
Reporter: Nur Wakidah
Bidang Perempuan (Biduan) PKS Piyungan, Sabtu, 23 April 2011, melakukan kunjungan silaturohmi sekaligus menjenguk ‘mantan’ kadernya yang tengah dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.
Di tengah gerimis hujan, pukul 16.30 WIB dua mobil melaju menuju RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di tengah ibukota Kabupaten Bantul Yogyakarta. Rombongan ini hendak menengok Mbak Puji yang barusan melahirkan tidak normal alias operasi caesar tepat di Hari Kartini, 21 April 2011 jam 12.37 WIB, seorang bayi laki-laki dengan berat 2,4 kg pj 47 cm.
Mbak Puji ini dulunya kader akhwat Piyungan yang super aktif sebagai Kabid Perempuan DPRa Srimartani, namun semenjak menikah dengan Mas Muji dua tahun yang lalu (15 Maret 2009) beliau tidak aktif lagi di Piyungan karena diboyong sang suami pindah ke Sorogaten kecamatan Sanden-Bantul dan sekarang aktifnya di daerah ujung kulon-kidul kabupaten Bantul itu. Walau jarak memisahkan kita, namun cinta ini takkan sirna.
Sampai di rumah sakit di ruang Annisa 7 disambut senyum bahagia Pak Muji dan ibundanya Bu Abdul Muhyi.
“Mana Mbak Pujinya?,” kita tengak tengok kok nggak ada yang kita cari. Kamar pasien yang ada tulisan Ny Puji Lestari juga kosong tak berpenghuni.
“Mbak Pujinya baru di ruang bayi,” Pak Muji memberi penjelasan.
Tak berapa lama, terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Dan kitapun menuju ke masjid yang ada di lantai atas untuk menunaikan sholat maghrib.
Selesai sholat, kembali ke ruang Mbak Puji dan bertemu dengan wajah sumringah Mbak Puji.
“Subhanallah, sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya Bu….. antara rasa takut dan sakit,” Mbak Puji mengawali cerita pada ibu-ibu yang menjenguk. Ada bu Tri, bu Prapti, bu Arih, bu Hida, bu Lusi, bu Nardi, dkk. Ibu-ibupun hanya tersenyum saja karena mereka ini sudah punya putra lebih dari satu.
“Biar merasakan nikmatnya berjuang…,” sahut bu Tri ibu 5 anak.
“Dan makin sayang dan hormat dengan ibu maupun ibu mertua,”sahut ibu-ibu yang lain.
Di antara gemericik hujan kita mendengarkan cerita Mbak Puji dengan pengalaman barunya setelah penantian dua tahun bagi buah hati. Dan akhirnya kitapun pamit pulang karena hari semakin malam.
Barakallah, smoga menjadi anak yang sholeh, menyenangkan orang tua, berjuang di jalan Allah di muka bumi ini sebagaimana kedua orangtuanya. Amin ya rabbal ‘alamin….
*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Posting Komentar